Vaksinasi Gotong Royong Mahal, Umkm Pilih Protokol Kesehatan Saja

Dalam pesan berantai yang mengatasnamakan dari Relawan Pribumi dan Santri mengajak masyarakat menolak vaksinasi virus korona atau covid-19. Perlu diketahui, tripsin adalah bahan yang dihasilkan dari organ pankreas babi. Tripsin merupakan enzim atau protein yang digunakan untuk mempercepat reaksi biokimia tertentu.

Vaksin Sinovac babi

AstraZeneca, Minggu (21/3), menegaskan vaksin COVID-19 miliknya tidak mengandung bahan turunan babi. Penegasan itu diberikan untuk membantah pernyataan Majelis Ulama Indonesia yang mengatakan vaksin tersebut melanggar hukum Islam. Untuk memastikan vaksin tersebut menggunakan bahan yang suci dan halal sesuai yang diperintahkan Islam, kata Aminudin, ada lima hal yang dikaji oleh MUI.

“Sampai saat ini kami masih melakukan progres uji klinis 1.620 relawan untuk uji klinis tahap three. Semua berjalan lancar tidak ada indikasi yang menunjukkan kejadian serius, Rencananya minggu pertama Januari 2021 kami memberikan interim report untuk mendapatkan EUA dari BPOM. Kita targetkan awal Februari bisa diberikan vaksin massal,” kata Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir, dilansir CNBC Indonesia Rabu 25 November 2020.

Bio Farma Bandung diaudit karena Sebagian besar produksi vaksin Sinovac dikirim ke Indonesia dalam bentuk Bulk. Proses filling di Bio Farma inilah dikaji terkait fasilitas dan alat produksi. Dikutip dari beberapa sumber, direktur hubungan media world AstraZeneca, Matthew Kent, menegaskan bahwa produk akhir dari vaksin tersebut tidak mengandung produk turunan manusia atau hewan, termasuk babi.

Penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air membutuhkan pelibatan masyarakat. Pemerintah tidak memiliki keleluasaan memilih vaksin Covid-19, mengingat keterbatasan vaksin yang tersedia, baik di Indonesia maupun di tingkat global. Pada kasus ini, vaksin bersinggunggan dengan benda haram kemudian dicuci bersih jutaan kali sehingga pada akhirnya terbentuk vaksin yang terbebas dari zat haram. Untuk pergantian peserta lain tidak diperkenankan karena data awal yang sudah masuk ke sistem tidak dapat diubah. Setelah proses vaksinasi selesai maka peserta WAJIB tetap berada di lokasi tersebut selama 30 menit untuk dilakukan observasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi oleh tim dokter sebelum diperbolehkan untuk pulang.

Ketiga, ketersediaan vaksin Covid-19 yang halal dan suci tidak mencukupi untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 guna ikhtiar mewujudkan kekebalan kelompok . Kelima, pemerintah tidak memiliki keleluasaan memilih jenis vaksin Covid-19 mengingat keterbatasan vaksin yang tersedia. Perdebatan teologis itu mulai reda ketika Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa kehalalan vaksin Covid-19 yang diproduksi Sinovac Life Science Co Ltd China dan PT Bio Farma itu pada 11 Januari 2021. Berdasar berbagai landasan teologis yang mengacu pada Alquran, hadis, dan kaidah fikih, fatwa MUI ini menjadi legitimasi hukum bagi pemerintah untuk melanjutkan program vaksinasi. Ketua Majelis Ulama Indonesia Pusat bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis menjelaskan fatwa Majelis Ulama Indonesia yang mengharamkan vaksin Covid-19 AstraZeneca karena dalam produksinya mengandung unsur babi.

Untuk menjawab hoaks yang beredar di masyarakat, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Drs H Aminudin Yakub menjelaskan bagaimana pihaknya melakukan audit langsung ke China sebelum sertifikasi halal pada vaksin Sinovac, pada Oktober 2020 lalu. Tidak memanfaatkan (intifa’) babi atau bahan yang tercemar babi dan turunannya. Dengan fakta tersebut maka didapati bahwa terjadi ikhtilat antara virus yang suci dengan media yang bahan-bahannya dari sel ginjal kera dan serum darah sapi.

“Tidak mungkin untuk memprediksi apakah virus ini, atau strain kelelawar HKU2 yang berkerabat dekat, dapat muncul dan menginfeksi populasi manusia. Namun, jangkauan luas host SADS-CoV, ditambah dengan kemampuan untuk bereplikasi di paru-paru manusia primer dan sel-sel enterik, menunjukkan potensi risiko untuk peristiwa kemunculan di masa depan pada populasi manusia dan hewan. “SADS-CoV berasal dari kelelawar coronavirus yang disebut HKU2, yang merupakan kelompok virus heterogen dengan sebaran di seluruh dunia,” kata Edwards. Bukti dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa berbagai macam sel mamalia, termasuk paru-paru manusia primer dan sel usus, rentan terhadap infeksi. Menurut Edwards, SADS-CoV menunjukkan tingkat pertumbuhan sel usus yang lebih tinggi yang ditemukan di usus manusia, tidak seperti SARS-CoV-2, yang terutama menginfeksi sel paru-paru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *