Positif Covid

Antibodi, lanjut Erlina, sepenuhnya tercapai pada hari ke-28 usai vaksinasi. Ia mencontohkan rentang waktu terbentuknya antibodi dari vaksin Pfizer. Walau begitu, kekebalan yang sudah terbentuk akan bekerja keras melawan Virus Corona pada seseorang yang terkena COVID-19 beberapa saat setelah vaksinasi. Terlebih jika virus penyebab COVID-19 tersebut masuk ke dalam tubuh dalam jumlah yang banyak dengan intensitas yang cukup sering.

Vaksinasi ini dimulai dari tenaga kesehatan, lansia hingga masyarakat yang bekerja di kantor layanan publik. Walau begitu, menurut CDC, mereka yang telah divaksinasi tetap harus memperhatikan gejala COVID-19 selama 14 hari setelah terpapar. Apabila mengalami gejala, mereka harus dievaluasi dan dites COVID-19. Iris mengatakan, pemeriksaan antibodi justru akan membingungkan bahkan menyesatkan karena bukanlah hasil sebenarnya. Dia menyebut pemeriksaan antibodi netralisasi membutuhkan reagen khusus yang belum beredar di laboratorium umumnya.

Sebelum menjelaskan kenapa beberapa nakes itu bisa positif usai vaksinasi, Irin menyebut jika vaksin itu adalah virus yang dilemahkan atau dimatikan. Disuntikan ke tubuh untuk memacu tubuh membentuk antibodi terhadap virus tersebut. Vaksin baru efektif membentuk antibodi pada hari ke-12 setelah penyuntikan vaksin. Iris menegaskan vaksinasi Covid-19 tetap akan membentuk antibodi di dalam tubuh penerima, namun tidak perlu diukur kadar atau keberadaannya. Di Indonesia, ujar Iris, pemeriksaan antibodi netralisasi atau antibodi yang terbentuk setelah vaksinasi, baru dilakukan oleh Bio Farma.

Apakah jika sudah vaksin ketika melakukan swab bisa menjadi positif?

Hasil akhir dari pemeriksaan ini, nantinya akan benar-benar memperlihatkan keberadaan virus SARS-COV2 yang menyebabkan Covid-19 di tubuh seseorang. Terus kalau Sinovac ini kan inactivated viruse ya, berarti virusnya sudah dimatikan, jadi sebenarnya tidak menyebabkan infeksi COVID ya, setelah divaksin, karena virusnya sebenarnya sudah mati,” terang Dokter Deny. Oleh karena itu, kata dia, hasil swab atau speedy untuk persyaratan perjalanan masih tetap berlaku. Menurut Adaninggar, Sesuai dengan petunjuknya, obat luar hanya untuk di luar tubuh, bukan untuk diminum. “Bahkan jika diminum bisa menyebabkan gagal ginjal, menganggu hormon tiroid, dan bisa menyebabkan iritasi mukosa hidung. Mukosa hidung itu sendiri pertahanan pertama tubuh kita,” katanya menambahkan.

Salah satunya dengan menginduksi produksi antibodi dan membentuk memori terhadap antigen tersebut. Halaman resmi Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat menegaskan pemberian vaksin COVID-19 tidak akan membuat seseorang terdeteksi positif pada tes viral. Tes ini yang biasanya digunakan untuk melihat apakah ada infeksi aktif. Sementara itu, berdasarkan knowledge Posko Puskesmas Sidomulyo Rawat Jalan, ada sekitar 50 orang yang divaksin hari ini, dengan jumlah vaksinator 10 orang. “Kita juga terus melakukan imbauan dan sosialisasi, meminta masyarakat untuk patuh protokol kesehatan,” tegas jebolan Akpol 1988 ini.

Jeda waktu 5-10 hari tersebut diperlukan agar pemeriksaan lebih efektif dalam mendeteksi antigen virus yang ada dalam tubuh. Namun apabila Anda mengalami keluhan yang dicurigai sebagai gejala Covid-19, jangan menunda tes dan segera periksakan diri ke fasilitas medis terdekat. Jakarta, Kominfo – Beredar unggahan video di YouTube mengenai cara agar ketika menjalani tes swab PCR Covid-19 hasilnya menjadi negatif. Konten video berdurasi 7 menit 39 detik tersebut mengklaim rincian tindakan agar hasil tes ke arah negatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *