Fakta Tentang Vaksin Virus Corona Astrazeneca

Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan melaporkan mutasi virus corona di Indonesia mencapai 54 kasus mutasi SARS-CoV-2. Kunjungan MPR RI beserta Badan POM ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses pengadaan vaksin Covid-19 untuk keselamatan masyarakat Indonesia sudah berjalan. Hal ini tentu saja sejalan dengan amanat pembukaan Undang – Undang Dasar forty five, dimana pemerintah wajib melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia serta memajukan kesejahteraan umum rakyat Indonesia. Kami meminta pemerintah untuk serius menanggulangi dan memutus mata rantai pandemik Covid-19.

Setelah menerima suntikan, darah akan mempunyai banyak antibodi yang dibutuhkan untuk melawan virus corona. Seperti diketahui, mutasi virus corona ini telah membuat peningkatan kasus di Inggris, Amerika Serikat, dan beberapa negara lainnya. Vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh raksasa farmasi AS Pfizer dan BioNTech Jerman ini adalah vaksin COVID-19 pertama yang disetujui oleh FDA AS untuk penggunaan darurat. Parahnya lagi, information hampir seluruh penduduk Indonesia itu dijual secara on-line di forum hacker, Raid Forums. Data Satgas Covid-19 menyebutkan dari enam hingga tujuh orang yang berkerumun, ada satu yang terdeteksi positif virus corona.

Terkait penggunaan vaksin AstraZeneca sebenarnya keputusan akhirnya sama, boleh. Namun kebolehan vaksin AstraZeneca menurut MUI Pusat bersifat darurat karenanya hanya berlaku selama tidak ada vaksin lain yang halal dan suci. Kalau sudah ada vaksin yang halal dan suci maka status kebolehannya menjadi berubah dengan sendirinya menjadi haram.

Vaksin Astrazeneca berasal darimana

WHO, para peneliti akan mengambil sampel virus corona dari pasien yang terinfeksi. Kemudian, virus tersebut dinonaktifkan atau dibunuh dengan menggunakan panas, bahan kimia, atau radiasi. Namun, Ketua Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur Hasan Mutawakkil menyebut bahwa vaksin COVID-19 merek AstraZeneca halal digunakan. Terkait polemik penetapan halal atau haram vaksin asal Inggris ini, Riza meyakini pemerintah tidak akan membahayakan keselamatan atas kesehatan warganya.

Sedang, MUI Jatim dan PWNU Jatim berpegang pada hasil akhir dari pembuatan vaksin bukan pada prosesnya. Ini sesuai ketentuan fiqh, nahnu nahkumu bid dlawahir wa Allah yatawalla bis sara-ir. Syariat tidak menuntut untuk menyelidiki lebih dalam dan mendetail bagaimana asal dan prosesnya yang penting hasil akhirnya tidak terdapat unsur najis dan haram maka hukumnya suci dan halal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *