Menu Close

Kebijakan Vaksinasi Terhadap Lansia Diubah, Gubernur Jateng

Lansia termasuk kelompok usia yang rentan terkena Covid-19 bergejala berat dan meninggal dunia akibat penyakit yang sudah menjadi pandemi sejak setahun terakhir itu. Orang lanjut usia memerlukan jarak 28 hari untuk vaksinasi Covid-19 kedua. Kondisi ini berbeda dari kategori penerima vaksin berusia tahun yang perlu jarak 14 hari.

Vaksin terbuat dari mikroba penyebab penyakit (entah virus, jamur, racun, atau bakteri; tergantung dari jenis penyakit) yang lemah atau mati sehingga tidak akan menyebabkan penyakit. Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat. Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa analysis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. “Suntikan pertama baru membentuk antibodi tetapi belum yang protektif. Antibodi terbentuk sudah mengenak virus yang masuk dalam tubuh melalui vaksin kemudian perlahan meningkat,” ujarnya. Pasalnya, WHO mengatakan tentang waktu optimal untuk dosis kedua vaksin AstraZeneca itu adalah pada 9 sampai dengan 12 pekan kemudian.

“Itu juga jadi strategi kita untuk mempercepat vaksinasi lansia. Mudah-mudahan bisa ke daerah,” ujarnya. Oleh karena itu, ia mengapresiasi pemerintah kabupaten/kota di DKI Jakarta yang bergerak ke masing-masing pusat kesehatan masyarakat . Bahkan, dia melanjutkan, camat dan lurah terlibat dalam memobilisasi lansia. Terakhir, adalah masalah ekonomi yaitu tidak ada uang transportasi juga jadi salah satu hambatan. Menurutnya, untuk mengatasi persoalan-persoalan ini adalah dibutuhkan komitmen pemerintah daerah , terutama untuk membantu akses lansia ke tempat-tempat vaksinasi. Baru sekitar 1,6 juta lansia mendapatkan vaksin Covid-19 dari taget 21,6 juta orang.

Produsen vaksin COVID-19 China lainnya, CanSino Biologics, yang menggunakan vaksin Ad5-nCOV, mengumumkan telah memenuhi kriteria keamanan dan kemanjuran primer yang ditentukan sebelumnya pada analisis sementara. Uji coba Fase II dan Fase III Ad5-nCoV telah melibatkan peserta lansia, tanpa ada laporan reaksi merugikan yang serius, kata Global Times pada hari Senin dari sumber yang dekat dengan CanSino. Itu adalah laporan pertama dari vaksin SARS-CoV-2 yang tidak aktif yang diuji pada orang dewasa berusia 60 tahun ke atas. Uji klinis Fase-I dan Fase-II oleh Sinovac telah melibatkan 422 orang dewasa berusia 60 tahun ke atas di kota Renqiu, Provinsi Hebei China Utara antara Mei dan Juni 2020. “Bagi lansia yang sudah dan tidak dapat divaksinasi diharapkan para lansia tetap teredukasi dan mengerti nutrisi harian tepat untuk mereka,” kata Boy Sinaga. Karena itu Marlin mengimbau semua untuk aktif agar para lansia di Kepri bisa tervaksinasi.

Vaksin bagi lansia

Menurutnya, di kabupaten kota tidak mudah mendatangkan lansia untuk divaksin, sehingga capaian untuk divaksin masih rendah. Setelah vaksinasi, lansia harus menunggu kurang lebih 30 menit untuk observasi. Jika tidak ada keluhan, lansia akan diberikan kartu vaksin dan dalam 28 hari akan kembali mendapatkan jadwal vaksinasi. “Untuk peserta yang masuk tahap dua tetapi belum terdaftar, masih bisa melakukan pendaftaran. Penyuntikan vaksin akan dilaksanakan di dalam ruangan IGD non infeksius, dan observasi pasca vaksinasi untuk melihat kejadian ikutan pasca imunisasi , misalnya mengetahui apakah ada alergi atau tidak pada penerima vaksin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *