Menu Close

Hari Jumat, Jangan Tinggalkan Amalan Ini, Agar Hidupmu Sukses Dunia Akhirat!

Untuk memperoleh kesuksesan dunia dan akhirat, tentu kita harus senantiasa mendekatkan diri pada Allah swt. Berikut ini uraian tentang macam sifat atau perilaku manusia yang disukai oleh Allah swt. Sebetulnya, kita tidak dilarang oleh-Nya untuk memohon kesehatan, kekayaan, ilmu, dan kebahagiaan duniawi. Namun, semua permohonan sejatinya dipusatkan untuk mencari ridha Allah.

Jadi bagi anda yang merasa memiliki kesulitan berkaitan dengan uang, jangan langsung berpatokan bahwa tidak ada uang, tidak akan bahagia. Anda harus bisa menanamkan prinsip bahwa hidup bahagia tidak melulu karena uang, tapi tetap harus berusaha untuk mendapatkan uang. Intinya uang memang penting tapi sebenarnya ada hal yang lebih penting yang bisa mengalahkan uang.

Tidaklah semata- mata Rasulullah Saw melarang umatnya dari suatu perbuatan tertentu, kecuali karena perbuatan tersebut bisa berdampak buruk. Padahal, Vietnam mengimpor dari Bangka, demi lebih memedaskan lada yang mereka ekspor. Tentu saja ajakan ini jangan ditelan bulat-bulat, apalagi sampai menyiapkan kuburan besar yang kelak akan kita gunakan untuk dikubur bersama mobil, perhiasan, dan semua harta kita lainnya.

Dari keadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas, kita mendapat kesimpulan bahwa inti dari kekayaan adalah hidup yang cukup. Memiliki harta yang mencukupi kebutuhan pokok hidupnya dan keadaan hati yang tidak mengharapkan apa yang dimiliki orang lain. Sebagai Muslim dan Mukmin yang memiliki sandaran hidup kepada Allah SWT dan pegangan hidup pada ajaran Rasulullah tak perlu risau dan galau. Sebab, untuk bisa menjadi kaya, Rasulullah telah mengajarkan kepada umatnya tentang sebuah amalan, yang jika amalan itu dilakukan Insya Allah mendapatkan keberkahan dunia.

Kita merindukan hidup rukun dan damai karena dalam situasi ini, kita menemukan jati diri kita sebagai manusia. Dalam setiap DNA kita sebagai manusia, kita rindu akan hidup rukun dan damai. Oleh karena itu, kita senantiasa berjuang untuk mencapai kehidupan ini. Memang hal ini tidak mudah dicapai, namun bukan berarti sama sekali tidak mungkin. Bapak, ibu, dan saudara-saudari yang terkasih, hidup rukun dan damai merupakan idaman setiap orang.

Cara agar kaya dunia akhirat

Nabi Sulaiman AS adalah salah satu contoh manusia sukses dunia dan akhirat. Kekayaan dan besarnya penghasilan sering diidentikkan dengan gaya hidup mewah, glamour, cinta dunia yang berlebihan dan ambisi yang tidak pernah puas untuk terus mengejar harta. Karena itu, ada kesan orang-orang yang berduit sangat disibukkan dengan kekayaan mereka yang menyebabkan mereka lalai dari dzikrullâh (mengingat Allâh Azza wa Jalla ) dan mempersiapkan diri untuk menghadapi hari kemudian. Kehidupan kita sekarang, bukanlah untuk berlomba siapa di antara kita yang aling kaya, siapa di antara kita yang paling tinggi pangkatnya. Bukanlah untuk berlomba siapa siapa di antara kita yang paling bagus badannya, paling mewah rumah dan mobilnya.

Namun, beliau tidak mau terlena dengan harta dan justru memberikan apa yang beliau miliki untuk perjuangan Islam. Hingga pada akhir hayatnya, Rasul pun tak memiliki apa pun. Ya, menjadi kaya memang tak masalah, hanya saja ketika hal tersebut tidak dibarengi dengan yang namanya iman maka rusak sudah. Mengeruk harta hingga lupa kewajiban, begitu mementingkan mencari uang sampai lupa untuk beribadah dan lain sebagainya. Kaya tanpa keimanan hanya akan membentuk mindset kapitalis yang beranggapan harta berada di atas segalanya.

Apabila iman sudah ditancapkan dengan kuat maka bila mempelajari alquran dan Al hadis akan memperkuat serabut imannya sehingga sulit untuk dihempaskan sobat. Pukas baginda Rosululloh menyatakan bahwa anak diberikan pelajaran pertama yaitu “lidah mereka harus pertama kali dilafadzkan kalimat tauhid yaitu Tiada Tuhan selain ALLOH” sobat. Sebagai makhluk ciptaan Allah SWT, maka seorang muslim perlu mempelajari dan mengenal sifat-sifatnya dengan mengetahui 99 Asmaul Husna dan artinya. “Kami di sini memiliki sistem pengkaderan untuk kader-kader Muhammadiyah yang belajar di Mesir dan kami siap membimbing sampai akhir,” terang Umair.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *