Menu Close

Gerakan Mencegah Daripada Mengobati Terhadap Pandemi Covid

Pemerintah menurut Bupati Junaedi, bahkan telah mempercepat pencairan anggaran bantuan sosial lewat Progam Keluarga Harapan untuk membantu kelompok masyarakat terdampak Covid-19. Diharapkan berbagai kebijakan tersebut bisa menjadi solusi bagi masyarakat untuk mengatasi efek lanjutan dari penyebaran virus Corona, terutama di bidang ekonomi dan sosial. Beberapa anjing dan kucing yang berkontak dengan manusia yang terinfeksi dinyatakan positif COVID-19. Dalam eksperimen, kucing dan musang dapat menularkan infeksi ke hewan lain dari spesies yang sama, tetapi tidak ada bukti bahwa hewan-hewan ini dapat menularkan penyakit ke manusia dan berperan dalam menyebarkan COVID-19. COVID-19 menyebar terutama melalui percikan yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.

Selain melindungi diri dengan mengikuti anjuran diatas, sebaiknya kita memiliki perlindungan jiwa untuk diri kita dan keluarga dengan Asuransi Jiwa Traveloka. Asuransi Traveloka yang bekerjasama dengan Astra Life memberikan perlindungan menyeluruh, termasuk penyakit yang disebabkan oleh COVID-19 lewat produk AVA iFamily Protection. Masker tidak dianjurkan digunakan oleh anak dibawah 2 tahun atau orang yang belum bisa atau kesulitan menggunakan atau melepas masker sendiri. Berada dalam keramaian atau sekelompok orang membuat kamu akan berpeluang menularkan atau tertular virus COVID-19. Keramaian disini termasuk tempat beribadah karena kamu mungkin harus duduk atau berdiri berdekatan dengan jemaat lain.

Cara mengatasi Covid

Gunakan air hangat karena kulit sudah sensitif, dan ini akan membantu mencegah iritasi lebih lanjut. Akhiri prosesnya dengan mengoleskan pelembap dengan antioksidan dan minyak esensial, yang dapat memulihkan dan menenangkan kulit. Poliester misalnya terkadang dapat memerangkap keringat, menyebabkan iritasi, dan memicu jerawat.

Sebagai orangtua pasti ingin memastikan mereka mendapatkan informasi yang dapat diandalkan dan ingin mereka mendengarnya dari mulut orangtuanya. Dilansir dari kidshealth.org, berikut cara membicarakan pandemi dan virus Corona pada anak. Jika kamu merasa tidak enak badan atau sakit, jangan paksakan untuk tetap masuk kantor. Karena saat sedang tidak sehat, imun tubuh kamu akan rendah sehingga resiko tertular virus atau penyakit lain akan lebih mudah. Sebagai cara pencegahan virus corona COVID-19 secara umum, lakukanlah langkah-langkah umum menjaga kebersihan saat mengunjungi pasar hewan hidup, pasar basah, atau pasar produk makanan berbahan dasar hewan. Setiap kali kamu demam, batuk, atau susah bernafas, penting bagi kamu untuk mencari bantuan medis sesegera mungkin, karena ini bisa jadi disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan atau kondisi serius lainnya.

Anak-anak di atas 2 tahun bisa diajarkan cara memakai masker untuk membantu mencegah penyebaran virus corona. Pembicaraan ini juga membantu anak-anak mengelola perubahan yang terjadi pada rutinitas regular mereka. • Tetaplah tinggal di rumah dan lakukan isolasi mandiri meskipun hanya memiliki gejala ringan seperti batuk, sakit kepala, dan demam ringan sampai Anda sembuh. Jika Anda harus meninggalkan rumah, kenakan masker untuk menghindari penularan ke orang lain. Menghindari kontak dengan orang lain akan melindungi mereka dari kemungkinan penularan COVID-19 dan virus lainnya.

Meskipun demikian, dalam kondisi ruangan tertentu, seperti ruangan tertutup dengan sirkulasi udara yang buruk, droplet ini bisa terakumulasi dan berpotensi menjadi sumber penularan. Berbagai studi juga memberikan rasio orang terinfeksi COVID-19 tanpa gejala yang beragam (bahkan setinggi 80%!). Saat ini, pusat pelayanan kesehatan dan tenaga medis tengah kewalahan.

Dilansir Business Insider, seorang dokter dari Harvard Medical School, Abraar Karan berkata manajemen diri terhadap gejala virus corona di rumah mirip dengan flu pada umumnya. Karena mudah menular, virus Corona juga berisiko tinggi menginfeksi para tenaga medis yang merawat pasien COVID-19. Oleh karena itu, para tenaga medis dan orang-orang yang memiliki kontak dengan pasien COVID-19 perlu menggunakanalat pelindung diri . Setiap orang yang mengalami gejala menyerupai infeksi corona, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memastikan penyebabnya. Menjaga nutrisi dengan mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang, minum air putih dalam jumlah cukup, dan istirahat cukup juga dapat membantu menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar dan terhindar dari infeksi virus corona. Obat-obatan yang dijual bebas, seperti sirup obat batuk, semprotan hidung, dan pelega tenggorokan dapat disimpan di tangan.

Akhir-akhir ini, masyarakat semakin dibuat resah oleh penyebaran virus Corona atau COVID-19 . Dilansir dari covid19.go.id, information terbaru virus Corona di Indonesia pada Rabu (01/04/2020) sudah mencapai 1.528 kasus. Lalu, apa yang harus dilakukan orang tua di rumah untuk mencegah virus Corona? Tapi, sebagian besar orang, yaitu 8 dari 10 orang yang terkena virus corona, hanya berakhir di gejala demam dan batuk, lalu sembuh. Lebih lanjut dikatakannya, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan guna mengatasi dampak turunan pandemi Covid-19, di antaranya aturan tentang jaring pengaman sosial, kartu prakerja.

Saat Anda pergi ke fasilitas kesehatan, kenakan masker jika memungkinkan, jaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain dan jangan menyentuh permukaan benda dengan tangan Anda. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut , maka orang itu dapat terinfeksi COVID-19. Atau bisa juga seseorang terinfeksi COVID-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Inilah sebabnya mengapa kita penting untuk menjaga jarak hingga kurang lebih satu meter dari orang yang sakit. Sampai saat ini, para ahli masih terus melakukan penyelidikan untuk menentukan sumber virus, jenis paparan, dan cara penularannya.

Antibiotik tidak boleh digunakan sebagai upaya pencegahan atau pengobatan COVID-19. Di rumah sakit, dokter kadang-kadang akan menggunakan antibiotik untuk mencegah atau mengobati infeksi bakteri sekunder yang dapat menjadi komplikasi COVID-19 pada pasien yang sakit serius. Antibiotik hanya boleh digunakan sesuai dengan anjuran dokter untuk mengobati infeksi bakteri. Ketika seseorang batuk, bersin, atau bicara, orang tersebut mengeluarkan percikan dari hidung atau mulutnya dan percikan ini dapat membawa virus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *