Menu Close

Donor Plasma Konvalesen Bukan Terapi Utama Penyembuhan Covid

Itu yang didonorkan dan nanti diproses oleh PMI menjadi plasma untuk dimasukkan kepada orang-orang yang sedang sakit Covid-19 dengan harapan ada kesembuhan. Omongan besar Ibrahimovic merupakan dorongan untuk senantiasa berpikir positif dalam kondisi yang tak menguntungkan, bahwa virus corona bisa pergi dari tubuh. Mantan pemain Juventus dan Barcelona itu tidak mau menyerah dengan virus yang menyerangnya. Ariani memambahkan, rendahnya donor plasma pun dapat disebabkan banyak penyintas yang sebetulnya sudah bersedia jadi pendonor, tetapi setelah dites kesehatan ternyata tidak memenuhi syarat. Contohnya, saat positif yang bersangkutan terkategori orang tanpa gejala atau perempuan yang pernah hamil.

Penyembuhan Covid

Dia menjelaskan terapi konvalesen merupakan salah satu terapi tambahan untuk mengobati pasien positif Covid-19 berat dan kritis. Perawatan yang dimaksud misalnya terapi otot pernapasan, pengobatan-pengobatan pada organ yang terganggu, atau konsultasi psikologis. Dokter spesialis paru RS Mayapada, Jaka Pradipta, menyampaikan betapa pentingnya perawatan lanjutan setelah sembuh dari COVID-19 untuk mengantisipasi terjadinya masalah kesehatan yang berbahaya.

Sementara itu, uji klinis diperlukan bukan hanya karena menggunakan placebo atau pengacakan tetapi juga karena jumlah pasien yang banyak sehingga uji klinis memenuhi kaidah statistik dan ini memerlukan waktu yang tidak singkat. Selain itu, masih banyak yang tidak diketahui tentang virus ini, terutama mengenai penyebaran dan mengapa gejala klinisnya sangat beragam tingkat fatalitasnya dari orang ke orang. Pada studi awal, pasien infeksi virus corona yang memenuhi kriteria dan mendapat remdesivir memiliki waktu rawat inap lebih singkat di rumah sakit, dan ada anggapan obat itu memperkecil kematian. Namun, studi dari Organisasi Kesehatan Dunia tidak menunjukkan hasil yang luar biasa. “Dari pemeriksaan laboratorium pun kita harus memeriksa parameter-parameter laboratorium seperti pemeriksaan darah lengkap, penanda proses peradangan dan infeksi, penanda enzim jantung, hingga pemeriksaan molekuler. Seperti yang dilansir oleh badan kesehatan dunia atau WHO , hingga saat ini belum ada obat yang secara spesifik direkomendasikan untuk mengobati Covid-19.

Penggunaan deksametason untuk pengobatan virus corona bermula dari keberhasilan uji coba Recovery yang dilakukan oleh para peneliti di Inggris Raya. Pada penelitian awal, pasien Covid-19 rawat inap yang memenuhi kriteria dan mendapat remdesivir memiliki waktu rawat inap yang lebih singkat di rumah sakit. Beberapa dokter mungkin merekomendasikan obat batuk yang dijual bebas ini untuk membantu meredakan gejala ringan COVID-19. Misalnya, pemberian oksigen untuk membantu pasien bernafas dan mengobati gejala atau komplikasi karena infeksi corona.

Perawatan harus tetap dilakukan intensif dan penampilan harus tetap dijaga. Minum teh yang menenangkan, ramuan, kadhas yang sederhana juga dapat membantu meringankan masalah. Namun, ini juga saat yang Anda butuhkan untuk membuat keputusan penting atas tindakan selanjutnya berdasarkan gejala Anda. “Kalau gelisah terus maka semakin tegang dan makin banyak penyakit lainnya yang dimunculkan,” ujar Dr. Dewiyana Andari. Dexamethasone disebut dapat mengurangi risiko kematian hingga 30 persen pada orang yang menggunakan ventilator, dan sekitar 20 persen untuk mereka yang membutuhkan oksigen tambahan. Untuk memastikan lawan bicara Anda tidak berbohong, ada beberapa tanda yang bisa dilihat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *