Cara Isolasi Mandiri Di Rumah Yang Benar Saat Anda Positif Covid

Dilansir dari Health Harvard, tingkat kematian akibat pandemi virus corona umumnya diperkirakan hanya 3-4 persen. Apabila dibandingkan dengan SARS dan MERS yang muncul dan diakibatkan oleh keluarga virus yang sama, angka tersebut jauh lebih kecil. Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah. Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah. Hindari kontak dengan penderita COVID-19, orang yang dicurigai positif terinfeksi COVID-19, atau orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek. Setelah itu, hubungihotlineCOVID-19 di 119 Ext. 9 untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut.

COVID-19 disebabkan oleh SARS-CoV-2, yaitu virus jenis baru dari coronavirus . Infeksi virus Corona bisa menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu, atau infeksi sistem pernapasan dan paru-paru, seperti pneumonia. Pada hari Jumat (13/03), Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengumumkan dia telah mencapai kesepakatan dengan Gedung Putih tentang sebuah paket untuk membantu orang yang terkena dampak wabah. Tubuhnya mungkin juga mengalami semacam kelelahan, nyeri otot, dan batuk kering.

Kepanikan yang tidak perlu dengan berbondong-bondong ke rumah sakit membuat tenaga medis menjadi kewalahan. Jika benar Anda merupakan pasien tanpa gejala, maka Anda akan dirujuk ke fasilitas isolasi milik pemerintah. Memiliki hasil pemeriksaan PCR atau tes swab corona positif Covid-19. Gunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya, termasuk orang dewasa lainnya dan anak-anak. Namun, pada beberapa orang, virus yang menyerang organ paru-paru ini dapat menimbulkan gejala ringan, gejala berat, atau mungkin tidak bergejala sama sekali.

Lebih buruk lagi, kini virus tersebut telah bermutasi dengan daya tular yang lebih ganas dan mematikan, sehingga pemerintah harus menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan pasien positif virus corona Covid-19 yang tidak bergejala atau bergejala ringan bisa melakukan karantina mandiri di rumah. Hal itu jadi satu di antara cara Anda terhindar dari risiko terinfeksi virus Corona sekaligus membantu pencegahan penyebaran virus. Hanya, diduga masih banyak orang yang mencuci tangan menggunakan air saja. Padahal,mencuci tangan hanya menggunakan air tidak dapat menghilangkan kuman dan bakteri yang menempel di tangan. “Dari pemeriksaan laboratorium pun kita harus memeriksa parameter-parameter laboratorium seperti pemeriksaan darah lengkap, penanda proses peradangan dan infeksi, penanda enzim jantung, hingga pemeriksaan molekuler.

Tapi untuk kamu yang tidak mengalami gejala apapun cukup menggunakan masker kain saja karena masker N95 lebih penting digunakan untuk tenaga medis. Civitas academica Universitas Kristen Maranatha yang akan melakukan perjalanan dinas ke luar negeri diharapkan dalam kondisi daya tahan tubuh yang prima. Pemerintah berharap dengan adanya penundaan ini dapat membantu arus kas perusahaan sehingga perusahaan dapat terus menjalankan usahanya.

Pedoman saat ini menyatakan bahwa obat Ibuprofen harus dihindari karena meningkatkan potensi komplikasi COVID-19. Pertemuan komunitas tidak dapat dilakukan selama wabah COVID-19, selama orang-orang diminta untuk menjaga jarak secara fisik atau melakukan isolasi mandiri. Pertimbangkan cara agar Anda dapat memantau situasi di komunitas Anda dan menyampaikan informasi ini dengan para pemangku kepentingan utama.

Langkah tepat jika terkena Covid

Physical distancing atau isolasi jangka panjang penting untuk mengurangi dampak COVID-19, tetapi dapat memunculkan tantangan untuk kesejahteraan dan kesehatan psychological orang. Lansia yang bergantung pada orang lain untuk perawatan dan dukungan sehari-hari dapat mengalami kesulitan karena situasi ini, tetapi ada hal-hal yang dapat dilakukan komunitas untuk saling menjaga satu sama lain. Orang yang mengalami demam, batuk dan sesak napas harus segera memeriksakan diri untuk mendapat bantuan medis.

Akan tetapi, mencatat beberapa jenis tanda atau gejala lain akan membantu dokter untuk mendiagnosis. Pemberian Pil KB serta alat kontrasepsi yang berbentuk hormonal lain pun bisa menjadi alat yang membantu mencegah kista pada indung telur yang bisa mengurangi Moms terkena torsi ovarium. Selain sakit perut bagian bawah, perempuan pengidap kista ovariun juga mengalami mual dan demam ringan.

Mereka yang merawat orang-orang yang terinfeksi COVID-19 harus mengenakan masker medis untuk perlindungan. Sekali lagi, sering berkontak erat dalam waktu lama dengan orang terinfeksi COVID-19 memberikan risiko tinggi bagi pengasuh. Pengambil kebijakan nasional juga dapat merekomendasikan penggunaan masker medis untuk individu tertentu berdasarkan pendekatan berbasis risiko. Pendekatan ini mempertimbangkan tujuan penggunaan masker, risiko pajanan dan kerentanan pemakainya, tempat, seberapa mungkin masker digunakan, dan jenis masker yang harus dipertimbangkan.

Selain itu, Anda juga tidak dianjurkan untuk mengusap mata, hidung, mulut, dan wajah dengan tangan yang kotor. Kebiasaan tersebut dapat memudahkan virus masuk ke dalam mukosa tubuh, sehingga alangkah baiknya sering mencuci tangan. Apabila terlihat bersin, dianjurkan untuk mencucinya dengan antiseptik dan lakukan 6 langkah cuci tangan selama detik sebagai cara mencegah COVID-19. Stigma buruk itu yang membuat seseorang bereaksi menyangkal saat mengalami gejala COVID-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *