Menu Close

Bagaimana Cara Kerja Vaksin Sinovac Dalam Tubuh Manusia?

Tetapi strukturnya tetap dipertahankan hingga memungkinkan tubuh untuk mengenalinya sebagai virus asing dan meningkatkan respons imun. JAKARTA, AYOBANDUNG.COM — Pemerintah Indonesia akan menggunakan CoronaVac sebagai salah satu jenis vaksin Covid-19 yang disuntikkan ke masyarakat. Bagai kunci dengan gembok, persamaan ini juga mirip sama vaksin dengan bakteri atau virus yang mau masuk ke dalam tubuh kita. Jadi, ketika bakteri atau virus mau masuk ke tubuh kita lagi, dalam kasus ini kan Covid 19 ini pasti dilawan sama antibodi kita yang sudah terbentuk tadi. Apabila sel B sudah terkunci, sel tersebut dapat menarik sebagian atau seluruh virus dan menampilkan fragmen virus corona di permukaannya. Untuk membuat CoronaVac, para peneliti Sinovac memulainya dengan mengambil sampel virus corona dari pasien di China, Italia, Inggris, Spanyol dan Swiss.

Selama fase II dan III, sukarelawan dan ilmuwan yang mengadakan studi melakukan “blinding”. Mereka tidak tidak diberitahu, mana sukarelawan yang mendapatkan vaksin dan yang mendapatkan produk pembanding atau plasebo. Setelah pengujian selesai, ilmuwan dan sukarelawan baru diberitahu, siapa yang menerima vaksin, siapa yang menerima produk pembanding atau plasebo. Fakta lain mengenai vaksin COVID-19, yakni tidak akan membuat Anda mendapatkan hasil positif pada tes COVID-19, menurut uji klinis yang dilakukan di Amerika Serikat. Kini Jerman dan Prancis merekomendasikan vaksin ini untuk orang berusia di atas sixty five tahun.

KOMPAS.com – Salah satu upaya dunia dalam mengatasi pandemi Covid-19 adalah dengan vaksinasi, selain juga tetap menjaga protokol kesehatan agar penularan dapat menurun. Hal ini menandakan bahwa setelah seseorang disuntikkan vaksin corona beragam jenis yang ada saat ini, itu tidak menjamin orang tersebut tidak mungkin atau terhindar dari infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Namun, terkhusus jenis vaksin yang disuntikkan di bahu umumnya akan membentuk atau memunculkan antibodi dengan tipe IgG. Sebelum dilakukan program vaksinasi, vaksin Sinovac telah melalui tahap uji klinis untuk memastikan keamanannya. Tenaga kesehatan menjadi prioritas utama penerima vaksin saat vaksin tersebut sudah mendapat izin pengedaran.

Ketika infeksi virus korona melonjak di China awal tahun ini, Sinovac mulai mengevaluasi pilihannya untuk mengembangkan vaksin baru, kata Yin. Semuanya pilihan ada di atas meja, termasuk pendekatan teknologi tinggi yang direkayasa secara genetik. Namun para eksekutif perusahaan memutuskan bahwa metode yang teruji dan benar memiliki peluang terbaik untuk sukses dalam pandemi yang bergerak cepat. Sinovac didirikan oleh Yin Weidong pada tahun 2001, tidak lama sebelum virus korona yang menyebabkan sindrom pernapasan akut yang parah, atau SARS mengguncang China. Sinovac mengembangkan vaksin SARS yang potensial, tetapi penyakitnya memudar sebelum vaksin itu dapat digunakan.

Setelah sel tubuh kita membuat salinan protein, mereka menghancurkan materi genetik dari vaksin. Tubuh kita mengenali bahwa protein seharusnya tidak ada di sana; dan membangun limfosit-T dan limfosit B yang akan mengingat cara melawan virus penyebab COVID-19 jika tubuh kita terinfeksi di masa mendatang. Patogen adalah bakteri, virus, parasit, atau jamur yang dapat menyebabkan penyakit di dalam tubuh.

Seluruh proses pengembangan vaksin, dari praklinik hingga produksi dapat memakan waktu hingga satu dekade. Dalam kasus pandemi Covid-19, pengembangan terhadap vaksin SARS-CoV-2 dipercepat menjadi sekitar 12 hingga 18 bulan. Percepatan dilakukan dengan menjalankan beberapa fase secara paralel untuk mempercepat hasil.

Sel B sebagai sel kekebalan lain mempunyai protein yang dapat menempel pada virus Corona. Jika cocok, Sel B akan berkembang biak dan menghasilkan antibodi untuk kekebalan tubuh. Setelah itu, peneliti menarik virus yang tidak aktif dan mencampurkannya dengan sejumlah senyawa berbasis aluminium yang disebut adjuvan. Adjuvan akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk meningkatkan responsnya terhadap vaksin. Setelah divaksinasi dengan vaksin Sinovac, sistem kekebalan tubuh dapat merespons infeksi virus corona hidup. Menurut Dirga komponen virus yang ada di dalam vaksin membantu tubuh untuk membentuk kekebalan terhadap penyakit, termasuk dalam vaksin Covid-19.

Cara kerja vaksin covid

Namun vaksin ini diklaim bisa memberikan perlindungan lebih lama dari orang-orang yang terinfeksi virus corona namun tidak divaksinasi. “Karena enggak mungkin bebas dari virus. Kalau vaksin, kekebalan tubuh yang akan meningkat berpotensi mencegah timbulnya gejala apabila terinfeksi COVID-19.” tuturnya dalam tayangan Hidup Sehat di tvOne. Vaksin ini kemudian membentuk antibodi yang ditujukan untuk melawan virus.

Cara kerjanya yaitu dengan mengirimkan sel tertentu untuk melawan kuman penyebab penyakit yang menyerang. Namun, sistem imun bisa melemah pada waktu-waktu tertentu, sehingga tidak tidak cukup kuat untuk melawan penyakit. Bila kekentalannya terganggu menyebabkan silia tidak bekerja dengan normal dan virus masuk dengan mudah. Kelebihan imunitas bawaan adalah bisa dilatih dan merupakan metode yang sedang dikembangkan untuk melawan COVID-19.

Sri Purnomo masih terkena Covid-19 karena proses pembentukan antibodi oleh vaksin belum selesai. Terkait hal itu, dokter yang juga Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 RS Universitas Sebelas Maret Surakarta, dr Tonang Dwi Ardyanto mengatakan infeksi Covid-19 pada Sri Purnomo tidak terkait dengan vaksinasi. Beberapa negara Eropa awalnya menawarkan vaksin hanya untuk anak berusia 18 sampai dengan 64 tahun. Mereka mengatakan memiliki keterbatasan data tentang seberapa baik vaksin itu melindungi orang yang berusia di atas 65 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *